Teknik elektro

SHARE KNOWLEDGE ABOUT ELEKTRO
Tampilkan postingan dengan label Perencanaan Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perencanaan Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2011

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PADA ANAK TK


       TAMAN KANAK-KANAK
Taman kanak-kanak atau disingkat TK adalah jenjang pendidikan anak usia dini (yakni usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal. Kurikulum TK ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Lama masa belajar seorang murid di TK biasanya tergantung pada tingkat kecerdasannya yang dinilai dari rapor per semester. Secara umum untuk lulus dari tingkat program di TK selama 2 (dua) tahun, yaitu:
  • TK 0 (nol) Kecil (TK kecil) selama 1 (satu) tahun
  • TK 0 (nol) Besar (TK besar) selama 1 (satu) tahun

Evaluasi Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Evaluasi mempunyai arti yang berbeda untuk guru yang berbeda. Evaluasi merupakan proses yang menentukan kondisi, dimana suatu tujuan telah dapat dicapai.  Defenisi ini menerangkan secara langsung hubungan evaluasi dengan tujuan suatu kegiatan yang mengukur derajat, dimana suatu tujuan dapat dicapai. Sebenarnya evaluasi juga merupakan proses memahami, member arti, mendapatkan, dan mengomunikasikan suatu informasi bagi keperluan mengambil keputusan.

Dalam evaluasi selalu mengandung proses . Proses evaluasi harus tepat terhadap tipe dan tujuan yang biasanya dinyatakan dalam bahasa perilaku.  Dikarenakan tidak semua perilaku dapat dinyatakan dengan alat evaluasi yang sama, maka evaluasi menjadi salah satu hal yang sulit dan menantang, yang harus disadari oleh para guru. Beberapa tingkah laku yang sering muncul serta menjadi perhatian para guru adalah tingkah laku yang dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu pengetahuan intelektual (kognitif), keterampilan (skill) yang menghasilkanpun tergantung dengan tingkat ketelitian alat ukur yang digunakan. Sebagai contoh, jika kita mengukur objek dengan penggaris yang mempunyai ketelitian setengah millimeter akan memperoleh hasil pengukuran yang kasar. Sebaliknya, jika seorang guru mengukur dengan menggunakan alat micrometer yang biasanya mempunyai ketelitian 0,2 milimeter  maka hasil pengukuran yang dilakukan akan memperoleh hasil ukur yang lebih teliti.

Rpp


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

            Dewasa ini, dunia pendidikan telah di sibukkan pada suatu kegiatan, yang dimana seorang guru atau pendidik di tuntut untuk dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, efektif dan efisien.

            Untuk menciptakan pembelajaran yang sedemikian rupa tidak semudah seperti yang dikatakan oleh orang-orang. Karena pada kenyataannya, terkadang seorang guru atau pendidik tidak bisa menciptakan pembelajaran yang sedemikian rupa. Mereka terkadang tidak tau kegiatan apa yang harus dilakukan terhadap muridnya agar proses pembelajaran tercapai.  

Kamis, 08 Desember 2011

MAKALAH PERENCANAAN


 BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG BELAKANG MASALAH

Merancang alat evaluasi merupakan salah satu langkah yang tidak boleh ditinggalkan dalam perencanaan dan desain pembelajaran. Melalui evaluasi yang tepat bukan saja kita dapat menentukan keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran, akan tetapi juga sekaligus dapat melihat efektivitas program desain yang kita rencanakan. Halmanik (2003) menjelaskan pentingnya perencanaan evaluasi sebagai berikut :
pertama, rencana evaluasi membantu kita untuk menentukan apakah tujuan0tujuan telah dirumuskan dalam artian tingkah laku. Hal ini akan memudahkan perencanaan suatu tes untukk mengukur prestasi belajar siswa. Selanjutnya ia akan menyatakan bahwa penulisan suatu tes akan membantu kitauntuk memeriksa tujuan-tujuan dan jika perlu mengadakan revisi sebelum merancang pengajaran.

KONSEP PERENCANAAN PEMBELAJARAN


KONSEP SISTEM PERENCANAAN PEMBELAJARAN

  1. PRINSIP SISTEM PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Beberapa prinsip perencanaan pembelajaran, menurut Sagala (2003), terdiri atas:
1) Menetapkan apa yang akan dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara melakukannya dalam implementasi pembelajaran
2) Membatasi sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target pembelajaran.
3) Mengembangkan alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
4) Mengumpulkan dan menganalisis informasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
5) Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.

Tugas


TUGAS !
Jelaskan Pengertian-pengertian dibawah ini menurut para ahli !
(Konsep, Prinsip, Prosedur, Strategi, Metode, Disain, Model )

1.  Pengertian Konsep

*      Menurut Soedjadi (2000:14) yang menyatakan bahwa “Konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasi fikasi atau penggolongan yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata.

*      Woodruff (dalam Amin, 1987), mendefinisikan konsep sebagai berikut: (1) suatu gagasan/ide yang relatif sempurna dan bermakna, (2) suatu pengertian tentang suatu objek, (3) produk subjektif yang berasal dari cara seseorang membuat pengertian terhadap objek-objek atau benda-benda melalui pengalamannya (setelah melakukan persepsi terhadap objek/benda). 

Kurikulum


KURIKULUM ALEXANDER

Pengertian Kurikulum

Istilah Kurikulum pertama kali digunakan pada dunia olahraga pada zaman yunani kuno yang berasal dari kata curir dan curere, pada waktu itu kurikulum diartikan sebagai jarak tempuh yang dipakai yang harus ditempuh oleh seorang pelari, orang zaman dulu mengistilahkannya dengan tempat berpacu a tau berlari, mulai dari strat hingga finish, sedang dalam bahasa latin kurikulum berasal sari kata “track” yang berarti jalur pacu .

Taksonomi Bloom


TAKSONOMI BLOOM
Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya.
Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu: